Archive for May, 2007

Aku Berdoa Untuk….

Monday, May 28th, 2007

"Aku berdoa supaya aku tidak menangis
waktu aku kalah…."
Suatu ketika, ada seorang anak yang
sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah
siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang
dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya
buatan sendiri,sebab memang begitulah
peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark.
Mobilnya tak istimewa, namun ia
termasuk dalam 4 anak yang masuk
final. Dibanding
semua lawannya, mobil Mark-lah yang
paling tak sempurna. Beberapa anak
menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya. Yah,
memang, mobil itu tak begitu menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit
lampu kedip di atasnya, tentu tak
sebanding dengan hiasan mewah yang
dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,
Mark
bangga dengan itu semua, sebab, mobil
itu buatan tangannya
sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final
kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis
start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur
lintasan, telah
siap 4 mobil, dengan 4 pembalap"
kecilnya. Lintasan itu berbentuk
lingkaran dengan 4 jalur terpisah di
antaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta
waktu sebentar sebelum lomba dimulai.
Ia tampak berkomat-kamit seperti
sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan
bertangkup memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku
siap!".
Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka
mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil tu pun meluncur dengan
cepat.
Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing.
"Ayo..ayo… cepat..cepat,
maju..maju", begitu teriak mereka.
Ahha…sang pemenang harus ditentukan,
tali lintasan finish pun telah
terlambai.
Dan…
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya
senang, begitu juga Mark. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam hati.
"Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju
ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa
kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu
yang aku panjatkan" kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak
adil untuk meminta pada Tuhan untuk
menolongku mengalahkan orang lain, aku,
hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku
tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu.
Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi
ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih
punya kebijaksanaan dibanding kita
semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan
untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk
meluluskan dan mengatur setiap hasil
yang ingin diraihnya. Anak itu juga
tak meminta
Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan
menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar
diberikan kekuatan saat menghadapi itu
semua. Ia berdoa, agar diberikan
kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita
lakukan untuk
berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan
setiap permintaan kita. Terlalu sering
juga kita meminta Tuhan untuk
menjadikan kita nomor satu, menjadi
yang terbaik, menjadi pemenang dalam
setiap ujian. Terlalu sering kita
berdoa
pada Tuhan, untuk menghalau setiap
halangan dan cobaan yang ada di depan
mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh
adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu
lemah
untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering
merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau
kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat,
bukan untuk membuat kita lemah,
cengeng dan mudah
menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita
selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam
lindungan-Nya saat menghadapi itu
ujian tersebut.
Amin….

SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA

Thursday, May 24th, 2007

Apa yang sedang kamu alami sekarang !? Sukacita, dukacita, kesengsaraan, patah hati, dsb. Apa kamu pernah mengalami hal-hal tersebut ? Sudah tentu pasti, bukan! Hidup ini tak selalu pahit, pasti ada manisnya koq. Engkau tak selalu mendapatkan warna hitam, pasti suatu saat nanti akan mendapat warna biru, putih, ato pink. Yang penting bagaimana hatimu menyikapinya. Tuhan sesungguhnya melihat sikap kita. Bagaimana kita menyikapi semua keadaan ini. Ingat, sikap itu adalah kuas cat dari pikiran. Warna apa yang akan kita berikan dalam menyikapi suatu pencobaan!? Hitam yang berarti kebencian atau biru yang berarti pengharapan. Yang berperan penting dalam semua tindakan kita ini adalah hati. Bagaimana kita menerimanya, juga bagaimana kita melampiaskannya. Guys…. bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang. Di dunia ini, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita suka. Oleh sebab itu, sukailah apa pun yang kita dapatkan. Kualitas hati tertinggi adalah untuk selalu mengucap syukur kepada-Nya. Jika kau tak memperoleh apa yang kau suka atau yang terjadi itu di luar kehendakmu, renungkanlah! Pasti di balik itu semua ada rencana baik Tuhan yang lebih sesuai denganmu. Karna Tuhan tahu betul bagaimana kepribadianmu. Ia mengenal hatimu. Dan Ia tahu rancangan apa yang terbaik bagimu. Kita hanya melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati. Sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang terbaik dari Tuhan itu sudah ada & dekat pada diri kita, hanya saja kita yang tak pernah menyadarinya. Seperti ikan yang selalu mencari-cari dimanakah air itu, padahal sebenarnya ia sudah berada dan hidup di dalam air itu. Seperti itu juga-lah manusia. Jadi, jangan khawatir! Bunga Bakung yang tumbuh di lembah saja, diberi keindahan oleh Tuhan, bahkan Raja Salomo pun yang di dalam kemegahannya tak pernah mempunyai baju seindah warna bunga Bakung itu. So, apa yang kamu takutkan s’karang!? Hiduplah di dalam Pengharapan & Tuhan pasti akan mengabulkannya. Sebuah pengalaman pribadi: pengarang : Inggou

Saat Kita Mencari WajahNYA

Monday, May 14th, 2007

Banyak pertanyaan yang mungkin akan timbul sewaktu kita mau mulai mencari wajah TUHAN. Apa yang akan kita dapat? Apa yang akan kita temukan? Apa perbedaannya?

Sesungguhnya ada satu rahasia yang TUHAN bukakan ke aku beberapa waktu lalu lewat beberapa hamba-hambaNYA. Pada waktu kita mencari wajah TUHAN dan kita temukan DIA, pada waktu hidup kita sudah menempel kepada DIA, maka akan ada satu perasaan dimana kita merasa bahwa kita sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi kecuali DIA, sepertinya hidup kita ini sudah sempurna.

Dalam proses nya pun nikmat sekali, aku ambil contoh kehidupanku sendiri. Sejak aku mulai mengambil keputusan hari Senin lalu tanggal 7 Mei untuk murni hanya mencari dan mementingkan DIA di hidupku, DIA mulai melengkapi hidupku, aku tahu secara fisik tidak ada hal baik yang terjadi dalam hidupku, tapi aku bisa merasakan satu sukacita yang luar biasa yang sulit digambarkan.

Hidupku sehari-hari dan hidupku di pelayanan pun diubahkan luar biasa. Sebagai contoh, setelah kebaktian kemarin Minggu tanggal 13 Mei, rekan pelayananku berkomentar, "wow, udah lama banget ya gue gak liat elo maen gitar dengan selepas dan se-enjoy ini bro! Lo beda banget hari ini!". Dan memang, sejak hari Minggu pagi, yang aku rasakan hanya murni sukacita yang luar biasa bagaikan mau meledak, kejadian-kejadian buruk apapun rasanya kalah dengan sukacita yang aku percaya ini datang dari TUHAN.

Kapankah kita semua mau mulai total berserah dan mencari wajahNYA? Renungan kecil ini moga-moga bisa memberkati.

In HIS Grace,

Leonardo Dharmaputra

Merindukan JawabanNYA??..=)..renungan kecil untuk kita semua..=)

Tuesday, May 8th, 2007

Disini aku mau cerita 1 hal yang baru aja terjadi hari Senin tanggal 7 Mei 2007 dan moga2 bisa jadi berkat ya..=)

pertama2 aku mau mulai dengan satu pernyataan dulu nih…temen2 merasa gak kadang banyak manusia sebagai orang Kristen itu sedikit munafik?

munafik disini bukan aku artikan seperti orang2 farisi ya…tapi lebih ke sesuatu yang "terselubung"..hampir gak kliatan bahkan kadang kita gak sadari…

contoh ya:
-ngasi perpuluhan karena pgn diberkati (padahal perpuluhan itu kan sesuatu yg wajib seperti bayar pajak…tanpa timbal balik pun wajib kan?)

-puasa karena pgn doa dijawab (bukannya mencari wajahNYa betul2 dan tau kehendakNYA dan juga ingin lebih dekat ke DIA)

kira2 nangkap ya maksudku?

jadi ceritaku adalah kemarin aku juga ditegur Tuhan, waktu lagi di kerja dan lagi siap2 pulang, Roh Kudus bicara jelas begini, "Leo, kamu tahu gak kenapa kamu banyak dapat konfirmasi bahwa doamu akan AKU jawab tapi kayaknya gak pernah kunjung datang jawabanKU?"

aku kaget..karena memang aku sedang ada 1 pergumulan dan aku udah doa puasa segala macem nya..tingkatkan jam2 doa dan saat teduh untuk pergumulan ini…

terus aku tanya, "Kenapa Tuhan?"

dan jawaban Tuhan jujur sangat mengagetkan aku sekaligus bikin aku sampe ampun-ampun, jawabanNYA kira2 begini, "karena kamu gak cari AKU, selama ini kamu kalau datang ke AKU, kamu tanya melulu, kamu minta AKU jawab melulu, dan kamu nangis2 sujud di depanku curhat, bukannya AKU gak suka, AKU senang, karena berarti kamu memandang AKU adalah ALLAH yang dekat sampe kamu bisa ngomong ke AKU selayaknya seorang sahabat, tapi yang sebenarnya AKU mau adalah kamu cari AKU, bukan cari jawabanKU, AKU mau kamu cari AKU, cari sumber jawabannya.."

sampai disitu aku bener2 kayak ditemplak dan aku sampai rumah langsung masuk kamar dan doa sampe nangis2 minta ampun, bener2 ketemu TUHAN di kamar..aku menangis bukan lagi ratapan tapi ucapan syukur..

aku bersyukur Tuhan masih ingatkan aku dan gak kebetulan aku terdorong untuk posting ini disini..mungkin nggak banyak yang akan baca ini, tapi aku percaya kalo firman itu gak pernah kembali sia2, bagi kalian yang membaca, aku harap ini bsia jadi renungan kecil buat kita bersama…apa yang selama ini udah kita lakukan sih?=)

In HIS Grace,

Leonardo Dharmaputra